Posted by: cemimi | November 24, 2008

MUKADIMAH

Halaman berikut merupakan uneg-uneg dari saya pribadi, yulfan amar. Jadi maaf-maaf aja kalo ada yang tersinggung…apalagi menjelang  2009,  karena  memang  sengaja disinggungkan….supaya ketemu garis singgungnya…dan silahkan cari persamaan garis singgungnya.

Tidak perlu ewuh pakewuh bin malu-malu asal jangan malu-maluin kalo mau ngasih komentar.

Matur suwun

solo7

Posted by: cemimi | January 20, 2009

Hidup itu butuh proses kawan….

Memang, roda kehidupan ini butuh waktu yang lama untuk berputar.  Tidak selamanya apa yang kita rencanakan akan terwujud seketika, dan tidak selamanya pula apa yang kita inginkan, terwujud sama persis dengan impian kita. Bahkan Allah swt, selaku pengatur alam semesta ini tidak jarang mengabulkan sama persis NEGASI dari permohonan kita. Let say….kita pernah berharap supaya dapat tempat duduk yang nyaman ketika dalam perjalanan Jakarta-Bandung menggunakan kereta. Tapi apa daya, boro-boro tempat duduk, masuk gerbong kereta pun perlu perjuangan yang tidak mudah.

Pun dengan proses yang ada. Apa yang kita inginkan terjadi saat ini mungkin baru akan atau terwujud dalam bentuk nyata keesokan harinya, bulan kemudian, atau bahkan beberapa tahun kemudian. Maunya kita…sekarang berdoa, maka turunlah emas itu esok hari, tepat di depan pintu rumah kita. Ehm…alangkah nikmatnya hidup ini kalau begitu adanya. Tapi inilah hidup saudaraku. Allah sengaja men-delay permohonan kita bukan tanpa sebab. Ingatlah saudaraku, Allah lebih tahu siapa kita dibandingkan diri kita sendiri.  Dan di waktu pen-delay-an itulah, muka asli dari diri kita akan terlihat. Yang ga sabaran, ya mungkin udah ngamuk-ngamuk pleus stress akut karena keinginannya gagal total, yang masih diberi kesempatan berpikir, mungkin bisa merenung, muhasabah diri,mungkin memang belum tepat kalau dikabulkan.

Di sisi lain, Allah terkadang mengabulkan permohonan kita. Namun dalam bentuk lain. Kita menginginkan A, tapi yang dikabulkan adalah prototipe dari A. Hampir mirip dengan A, hanya berbeda wujud atau bentuknya saja. Dan disinilah ujian kesyukuran kita sebagai manusia diuji. Karena Allah menjanjikan bagi hambanNya yang bersyukur akan dilipat gandakan nikmatnya. Pun sebaliknya. Artinya…kita tidak perlu menunggu permohonan kita di-granted oleh Allah seratus persen. Sudah di-granted seperempatnya saja, sudah kudu hukumnya untuk mensyukuri nikmatNya.

So, nikmat mana lagi yang engkau dustakan?

Posted by: cemimi | January 16, 2009

Shaf terdepan itu lebih baik Saudaraku….

Pernah suatu ketika (atau mungkin sering) ketika sedang berjama’ah di masjid, terlihatlah shaf jama’ah terdepan tersebut masih menyisakan untuk satu orang jama’ah. Selanjutnya, menyusul lah dua orang makmum masbuk yang datang bersamaan. Dua makmum ini ga mungkin donk masuk ke space yang tersisa, lha emang tinggal buat satu makmum, masak dipaksa diisi dua. Alhasil, diantara keduanya saling mempersilahkan untuk mengisi shaf yang tersisa tadi. Kayak among tamu di perhelatan penganten gitu, saling me-mangga-ken. Alih-alih ada yang mau mengisi, malah dua-duanya berdiri di shaf kedua.

He…jujur saja, saya paling geli kalau lihat yang beginian. Malah pengin ketawa. Lha gimana ga lucu, orang mau sholat kok malah maen ludruk…he..Tapi bukan itu esensinya, dimana-mana juga shaf terdepan itu paling baik, lha ini malah ngasih ke orang lain. Lha terus dimana fastabiqul khairat nya. Perkara yang barengan ama kita itu Pak RT, Pak RW, Pak Lurah, ustadz sekalipun….masa bodoh, lha emang entar ditanya ama malaikat apa, “kenapa kamu dulu tidak memberi tempat buat si anu berdiri di shaf depan..??”. Terus, sejak kapan ada UU/PP yang mengatur pejabat harus berdiri di shaf terdepan. Inilah susahnya jadi orang Indonesia, budaya ewuh pakewuh masih dipelihara, sekalipun urusannya ama Allah ta’ala.

Belum lagi kalau ada pejabat yang “nimbrung” sholat  jama’ah. Duh…istimewa banget tuh, kasih space paling depan, dan terkadang “mengusir” jama’ah yang sudah duduk di depan. Jujur, yang ini perrnah saya lihat sendiri waktu masih kuliah, di masjid kampus.  Mbok ya lihat tuh…orang nomor satunya di Iran, kalau ga salah seh dia ga pernah diistimewakan kalau sholat jama’ah.

Laen lagi ceritanya kalo pas sudah berdiri mau takbiratul ikhram dan sudah menggelar sajadahnya di depannya, tiba-tiba shaf yang didepannya, kosong karena ditinggal maju. Alhasil, yang punya sajadah tadi, lagi-lagi maen “ludruk” dengan mempersilahkan jama’ah yang disampingnya untuk maju. Apa karena sudah menggelar sajadah terus ga mau maju karena males angkat-angkat sajadah?? atau gimana ya?? wallahualam.

Tapi tetap aja itu semua merupakan keanehan yang nyata di tengah-tengah kita. Meski sampai sekarang saya juga masih banyak kekurangan dalam sholat berjama’ah dan belum bisa melakukan apa-apa terhadap kekurangan yang ada di masyarakat, tapi setidaknya melalui tulisan ini mudah-mudahan bisa memberi sedikit pencerahan.

Semoga

Wallahualam bis showab

Posted by: cemimi | December 22, 2008

Mau Sampai Kapan…PSSI..

Duh…Kalah lagi…gagal lagi…. Entah sampai kapan Timnas Senior PSSI terus berurusan dengan label Gatot..alias Gagal Total. Kalah dari tim sekelas Thailand memang sudah bisa ditebak, sulit memang untuk bisa menaklukan tim yang mempunyai sejarah lebih baik di level asia tenggara…

namun pertanyaannya adalah sampai kapan PSSI terus begini.. Sebagai insan penggemar bola di tanah air, saya tentu hanya bisa menggerutu tentunya, jengkel lebih tepatnya.

Satu hal yang cukup mendasar-kalo boleh saya bilang-. Tidak adanya master plan yang jelas terhadap pembentukan tim nasional senior ataupun yuniornya.  Pelatnas instan…mungkin itu yang sering dipake oleh punggawa PSSI dalam menghadapi setiap turnamen yang akan datang. Kalau saja, kita mau merencanakan pelatnas jangka panjang yang bener-bener panjang…mungkin hasilnya akan lain. Gonta-ganti pemain dan pelatih sudah tentu akan merusak suasana pelatnas yang ada. Cobalah untuk merencanakan pelatnas jangka panjang. Sebut saja proyek lolos piala dunia 2014. Sedikit mimpi….tapi bukan tidak mungkin. Setidaknya ada 2 tahun efektif untuk menjalankan mega proyek pelatnas itu. Dengan asumsi Kualifikasi Piala Dunia 2014 akan dimulai pada tahun 2011, maka masih banyak waktu yang tersedia untuk membentuk timnas impian. Dengan catatan, pelatnas tidak melakukan bongkar pasang pemain dan pelatih.

Keberhasilan tim nasional suatu negara memang tidak terlepas dari mutu kompetisi yang dijalaninya. Kita tidak bisa memungkiri liga super yang sedang dijalankan PSSI, tidak jauh dari masalah finansial dan infrastruktur. Finansial tentu berhubungan dengan kesejahteraan pemain. Adanya larangan penggunaan APBD sedikti banyak menganggu “kesehatan” klub yang memaksa beberapa klub melakukan rasionalisasi atau bahkan membubarkan diri. Infrastruktur berhubungan dengan home base atau stadion tempat bermain. Dalam hal ini beberapa klub terpaksa menggunakan stadion klub lain sebagai home base.

Melihat fakta diatas, memang butuh waktu agak lama untuk menghasilkan kompetisi yang berkualitas. Belum lagi masalah profesionalisme wasit yang sering menyulut protes pemain dang menyulut keributan, dan banyaknya pemain asing yang bermain dalam suatu pertandingan. Untuk hal yang terakhir, alasan PSSI yang beranggapan semakin banyak pemain asing semakin banyak gol yang dihasilkan…itu naif. Secara tidak langsung, PSSI membunuh karakter pemain pribumi untuk bisa berbuat banyak di kompetisi lokal. Kalau sudah begini, bagaimana timna bisa melahirkan BP baru atau  widodo baru.

Memang banyak yang harus dibenahi…..termasuk mentalitas penonton yang harus siap kalah.

So, PSSI…sampai kapan harus begini…???

Lihat saja nanti…

Posted by: cemimi | December 10, 2008

Merangkai puzzle kehidupan….

Salah satu hal yang paling menarik dalam hidup ini adalah bagaimana kita bisa menerjemahkan segala sesuatu yang terjadi dalam diri kita ini. Kita semua percaya bahwa dalam hidup ini semua ada yang mengatur yaitu Allah swt, namun pernahkah kita berpikir, ada apa dibalik semua ini. Sekecil apapun kejadian yang menimpa kita….terpeleset di kamar mandi, ketusuk duri di jalan, ketinggalan kereta….

Terkadang kita terlalu emosi ketika harapan kita, tidak sesuai dengan kenyataan. Padahal percayalah saudaraku, tidak selamanya yang buruk bagi kita akan buruk selamanya. Untuk saat ini, mungkin itu sangat menyakitkan…tapi yakinlah, suatu saat nanti…semua itu akan terkuak dengan sendirinya.

Untuk itulah, cobalah untuk merenung, apa yang telah terjadi sampai detik ini. Cobalah untuk merangkai puzzle-puzzle yang berserak dalam hidup ini dan rangkailah menjadi suatu gambar kehidupan yang menarik sepangjang masa….

Posted by: cemimi | December 1, 2008

What is your planning next year…??

2009Sebentar lagi 1428 H segera berakhir….pun dengan 2008 M akan segera berganti.

Lalu…apakah makna dari itu semua??

Saudaraku…sebagai orang muslim, Allah telah memerintahkan kita untuk mempersiapkan hari esok dan bertakwa kepadaNya. Hari esok disini tentuntya hari akhir nanti pada saat pembalasan di akhirat kelak. Lalu , apa korelasinya dengan pergantian tahun baru.

Setidaknya, pergantian tahun memberikan kesempatan bagi kita untuk menghisab diri terlebih dahulu…menghitung seberapa banyak amalan-amalan yang sudah kita tabung…dan seberapa parahkah kita dalam bermaksiat kepada Allah. Tahun baru setidaknya mampu memberikan energi positif bagi kita untuk melangkah hari esok dengan lebih baik. Tahun baru setidaknya mampu memberikan harapan baru…karena harapan itu pasti ada.

Tahun baru dapat berarti mengasah kompetensi diri dengan metode yang baru untuk meraih jenjang karier yang baru. Jangan sampai seperti orang yang pembelah kayu yang terus menerus menyia-nyiakan waktu dan tenaganya untuk membelah kayu dengan kapak tumpul, karena ia tidak punya cukup waktu untuk berhenti dan mengasah kapak itu.

so..sudahkah Anda punya rencana…???

Posted by: cemimi | November 26, 2008

SIAP MENANG DAN SIAP KALAH

images_2Sejenak jika kita merenungi hidup ini memang tidak akan pernah terlepas dari hitam dan putihnya kehidupan. Kadang kita berada di puncak kadang kita berada di bawah. Ada bahagia, ada kesedihan. Ada kepuasan, ada juga kekecewaan. Orang mengatakan hidup ini memang seperti roda berputar.

Tapi siapkah kita menghadapi kedua kenyataan tersebut…??

Ehm….seharusnya memang siap dan harus siap, kalo boleh lebih ekstrim, tidak boleh tidak siap. Seperti tulisan saya sebelumnya, bahwasanya kita hodup di dunia ini sudah ada sutradara yang mengatur yaitu Allah. Jadi memang indah menjadi seorang muslim, yang bersyukur atas segala kemudahan dalam hidup ini, dan bersabar jika kenyataan tidak sesuai dengan harapan.

Tapi pada kenyataannya….

Saya sendiri akui, sungguh sulit untuk menerima kenyataan yang meleset dari perkiraan. Saya tidak menyebutnya sebagai cobaan. Karena terkadang kita naïf, disebut cobaan, kalo keadaan kita susah..menderita. Sebenarnya ketika kita sedang diatas angin pun…itu juga cobaan, atau lebih halusnya ujian. Karena Allah pun menguji kita..apakah kita bersyukur atau tidak atas keadaan yang kita peroleh.

Kembali ke entry point di atas….

Untuk menjadi siap menang dan siap kalah memang tidaklah mudah. Sedih memang kalo kita melihat ending dari sebuah pilkada, ending dari sebuah pertandingan sepakbola….yang terkadang harus diakhiri dengan kekerasan. Dengan dalih sebagai pihak yang merasa dirugikan, lantas digunakanlah cara-cara yang sangat kurang terpuji….pembakaran, pelemparan batu, pengeroyokan wasit.

Pertanyaan saya adalah….sampai kapan negeri ini harus berjibaku untuk mengatakan “sayalah yang terbaik”????

Ingatlah saudaraku…..di akhirat kelak, masih ada pengadilan yang Maha adil, yang tak akan ada pihak yang merasa dirugikan olehnya. Sebuah pengadilan yang sebiji zarah pun ada balasannya. Lalu masihkah kita menuntut atas ketidakadilan yang kita terima di dunia. Dan ingatlah saudaraku…bahwa ketika kita mengatakan “sayalah yang terbaik” itu ada konsekuensinya……konsekuensi logisnya adalah sebuah pertanggungjawaban di akhirat kelak. Jadi…in the short word…biarlah Allah yang mengurusnya (baca:membalasnya). Beres kan urusan…..Ga bikin repot aparat, ga kasihan tuh aparat-aparat yang di harus disiagain..kalo penghitungan pilkada, pertandingan bola. Mending gaji gedhe….udah gaji ga seberapa….kena pukul lagi. Aduh kasihan deh….

Segampang itukah meyerahkan semuanya pada Allah…??

He….saya akui saja. Tidak. Kecewa memang boleh….tapi janganlah terlalu berlebihan, toh yang berlebihan itu kan temennya syaithon. Oleh karena itu yang terpenting adalah luruskan niat, niat lillahita’ala…. Niatkan semua untuk ibadah, karena memang Allah menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepadaNya. Dan siapkan semua scenario kalah dan menang. Menang dengan scenario pertanggungjawaban dunia akhirat, kalah dengan scenario sakit hati. Mau nangis juga ga papa kok….ga ada yang ngelarang. He……

Wallahualam

Posted by: cemimi | November 25, 2008

IMASIKA

Well…begitulah organisasi ini dikenal luas. Ikatan Mahasiswa Kimia kepanjangannya. Di organisasi inilah untuk pertama kalinya dalam hidup, saya belajar apa itu organisasi. Sebuah istilah yang menurut saya sangat asing sebelum masuk dunia mahasiswa. Jujur saja, sebelum itu saya hanya kenal belajar dan belajar….busyet…sekutu bukukah saya. Tidak juga…toh prestasi akademik saya tidak top-top amat…Masuk rangking 10 pada saat kelas 3 cawu 2 itu saya anggap kemajuan terpesat dalam hidup saya. Maklum…waktu itu kelas 3 SMU saya masuk kelasnya professor…(u can say favorite class for teacher lah).

Pertama kali mengenal…ketika sdr. Rifani (semoga Allah memudahkan hidupnya) masuk ke laboratorium Fisika Dasar Departemen Fisika FMIPA IPB, pada saat saya dan teman2 akan melaksanakan praktikum fisika dasar, untuk menawarkan open recruitment pengurus 2002/2003. Secara….dialah ketua terpilih waktu itu…dan dialah orang pertama biokimia yang menjadi ketua IMASIKA (selama itu dijabat oleh mahasiswa kimia). Karena memang biokimia baru terbentuk tahun 1999…..

Waktu pun berjalan sampai akhirnya saya mendapat amanah untuk bergabung dengan Departemen Keilmuan. Sebuah departemen yang konon menjadi nukleus dari IMASIKA…sebuah departemen yang pada waktu itu mempunyai agenda besar…Kompetisi Kimia tingkat SMU Nasional….Chemistry Challenge namanya…dan sebuah departemen yang membuat kehidupan saya berubah (paling tidak selama 3 tahun setelah itu)….tapi entah kenapa…sampai sekarang saya tidak tahu kenapa saya sangat getol degan yang namanya Departemen Keilmuan…sampai saya pun tidak bisa menjawab dengan sempurna pertanyaan staf SDM BATAN…”apa yang membuat Anda terasa begitu penting bagi Departemen Keilmuan” (kurang lebih seperti itulah pertanyaan yang mungkin menjadi salah satu faktor kegagalan saya lolos seleksi CPNS BATAN 2008)

Tahun pertama kepengurusan….lumayan menyenangkan, relatif sepi dari tantangan, hanya amanah untuk menjadi ketua pelaksana seminar Chemistry Lab Safety aja yang bikin repot plus wakil ketua keakraban jurusan yang harus diremidiasi (karena keakraban resminya dianggap ga lulus….he…). selebihnya…..dapet pinjeman soal….kenal ama kakak kelas…habis ongkos darmaga-baranangsiang….jalan-jalan ke Sosro, ITB…pokoknya yang uenak-uenak.

Tahun kedua kepengurusan…lha yang ini neh…panjang kisahnya. Mungkin yang saya tulis hanya resumenya aja. Sebut saja tahun ini tahun rekonsiliasi. Begitu banyak konflik yang terjadi, konflik kepentingan…konflik hati…konflik pribadi…duh konflik apa lagi ya…Sebagai sekretaris yang tiba-tiba merangkap bendahara plus wakil ketua (astaghfirullah…berapa banyak pertanyaan yang harus saya tanggung di akhirat nanti ya Allah), saya merasa tidak dapat melaksanakan amanah itu dengan sebaik-baiknya. Saya akui..saya merasa gagal dalam menjalankan tugas. Untuk itulah melalui tulisan ini, jikalau sekiranya apabila…. Pembaca budiman merasa dirugikan oleh kepengurusan IMASIKA 2003/2004, saya MOHON MAAF yang sebesar-besarnya, dan semoga Allah berkenan mengampuni kesalahan saya pada waktu itu…setidaknya mengurangi beban pertanyaan di akhirat kelak… Walaupun demikian…di akhir kepengurusan, saya boleh berbangga dengan penghargaan juara ketiga Administration Award DPM KM IPB untuk IMASIKA. Setidaknya nama IMASIKA diperhitungkan waktu itu…he… Teruntuk saudaraku, Dhika Lesmana dan Henny Yulanda….terima kasih telah menjadi pelangi dalam hidupku (waktu itu)…ingatlah saat-saat kita pusing menyusun susunan kepengurusan….saat-saat kita makan siang bersama di warung pecel belakang internusa..saat-saat kita begadang pada saat up grading di puncak….ingatlah itu saudaraku..semoga akan menjadi pemberat amalan kita di akhirat kelak nanti… dan semoga Allah mengumpulkan kita di jannah-Nya kelak..Amien.

Tahun ketiga kepengurusan….saatnya pembuktian…mungkin itulah target utama saya waktu itu. Saya akan buktikan bahwa IMASIKA BISA….!! Dan Alhamdulillah berkat kerja keras seluruh personel departemen keilmuan (semoga Allah memudahkan jalan hidup kalian semua….) sedikit banyak misi saya terlaksana….dan hutang saya terhadap IMASIKA pun saya anggap lunas. Setidaknya wacana untuk tidak melaksanakan proker tahunan sedikit berubah. Kepengurusan baru identik dengan ganti topic, ganti pembicara sebuah acara. Padahal kepengurusan baru setidaknya bisa memberi perubahan terhadap organisasi secara keseluruhan, member warna baru dan member sejarah baru. Itulah hidup saudaraku….

Begitulah IMASIKA…. seolah-olah telah menjadi sejarah dalam hidup saya…walaupun sekarang Mahasiswa Departemen Biokimia IPB telah mempunyai HMD sendiri yang bernama CREBS..namun sejarah itu tak akan pernah terlupakan. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai sejarah hidupnya. Jadi…masih perlukah kontroversi itu (loh..ga nyambung)

Posted by: cemimi | November 25, 2008

Kun Fayakun….

images“Jika kita menganggap doa dan pengabulan merupakan variabel-variabel dalam sebuah fungsi linear maka Tuhan tak lain adalah musim hujan, sedikit banyak kita dapat membuat prediksi. kuberi tahu Kawan, cara bertindak Tuhan sangat aneh, Tuhan tidak tunduk pada postulat dan teorema mana pun. Oleh karena itu, Tuhan sama sekali tidak dapat diramalkan”. (Andrea Hirata dalam Laskar Pelangi, hlm 324)

Terus terang saya terhenyak membaca tulisan diatas. Betapa tidak, sampai saat ini saya menulis ini saya sering menduga-duga dengan apa yang terjadi dengan saya esok hari. Atau dengan kata lain apa yang akan ditakdirkan Allah kepada saya esok hari….dengan beberapa premis yang sudah saya alami beberapa waktu sebelumnya. Astaghfirullah…maafkan hambaMu ini ya Rabb.

Yang sekarang terjadi….terjadilah…..apa yang terjadi esok, itu urusan Allah….

Posted by: cemimi | November 25, 2008

Resiko Toksik pada Air Botol?

Peneliti geokimia di Jerman mengklaim bahwa botol-botol plastik secara terus menerus melepaskan unsur antimonium (Sb) ke dalam air minum.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Bill Shotyk di University of Heidelberg menguji air-air yang dikemas dalam botol di daerah yang sama di Canada.

Air yang dikemas dalam botol polietilen tereftalat (PET) mengandung hingga 375 ppt antimonium, sedangkan air dalam botol polipropilen mengandung hanya 8,2 ppt antimonium. Tiga bulan kemudian, air dalam botol PET mengandung hingga 626 ppt antimonium. PET dibuat dengan menggunakan katalis antimonium.

Kelompok peneliti Shotyk menguji air tanah yang berasal dari daerah yang sama di Canada, dengan menggunakan alat penganalisis biji es yang sangat sensitif. Kadar antimonium yang mereka temukan sangat rendah (2 ppt). Laporan-laporan terdahulu melaporkan kandungan rata-rata 300 ppt.

“Saya tidak yakin berapa banyak lab di luar sana yang benar-benar bisa mengukur berapa banyak antimonium yang terdapat dalam air tanah, kebanyakan orang memiliki batas deteksi yang jauh di atas nilai alami pada air tanah,” kata Shotyk.

Kadar antimonium dalam air botol yang diteliti ini lebih rendah dari kadar pengkontaminasi maksimum yang dianjurkan oleh EPA Amerika Serikat, yakni 6 bagian per juta. Shotyk lebih khawatir bahwa antimonium terus menerus terlepas ke dalam air dalam kemasan botol. “Yang ingin saya tunjukkan bukan bahwa air-air botol ini terkontaminasi oleh antimonium,” kata dia, “tetapi hal yang penting adalah bahwa antimonium secara terus menerus dilepaskan dari botol ke dalam air”.

David Coggan, seorang ahli epidemiologi dari unit epidemiologi lingkungan MRC di Southampton, Inggris, menunjukkan sikap yang berhati-hati dalam menanggapi temuan ini. Hasil yang ditunjukkan oleh Shotyk masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut sebelum implikasi kesehatannya bisa dibahas, kata dia, sebagian karena masih sedikit yang diketahui tentang toksisitas antimonium. “Penting untuk memikirkan tentang rentang dosis berapa yang akan didapatkan oleh orang yang meminum air tersebut,” kata Coggan. Meski demikian, Shotyk yang menemukan temuan ini tidak lagi meminum air yang dikemas dalam botol-botol PET.

diambil dari http://www.chem-is-try.org

Posted by: cemimi | November 24, 2008

BANGKIT DARI KEGAGALAN

Salah satu kesulitan terbesar dalam hidup ini adalah untuk bangkit kembali dari sebuah kegagalan….bangkit dari sebuah kekalahan dan mengkonversi sebuah rasa kekecewaan menjadi sebuah pembangkar semangat yang tak pernah padam….Sepele memang, tapi tidak semua kita tidak bias menjalaninya dengan mudah…alih-alih kembali menemukan semangat hidup…justru depresi yang didapat atau malah…bunuh diri…na’udzubillah….

Namun percayalah saudaraku….segala sesuatu bisa saja terjadi dalam hidup ini. Tidak ada yang tidak mungkin……(atas kehendak Allah tentunya). Jadi buat apa menyerah kalo memang masih ada kesempatan. Lihatlah bagimana pasukan “setan merah” MU bias merubah keadaan dalam waktu 3 menit injury time pada final piala champion 1999, lihat juga bagaimana pasukan “les blues” Perancis pada final euro 2000 bias memanfaatkan 17 detik sisa pertandingan untuk menyamakan kedudukan sebelum akhirnya ditutup dengan kemenangan pada saat babak sudden death. Atau bagimana heroiknya armada Rafael Benitez dalam waktu 6 menit bias mengejar ketinggalan 3 gol dan memaksa pasukan “Rossoneri” rontok mentalnya di babak adu penalty dalam final liga champion 2005.

Apa artinya dari peristiwa di atas……sebelum peluit panjang dibunyikan, segala sesuatu bias saja terjadi. Lalu, apa peluit panjang bagi manusia…..Ia tidak lain dan tidak bukan adalah kematian..karena kematianlah yang bisa memisahkan raga kita dari nikmat dunia. Jadi sebelum peluit panjang itu dibunyikan….manfaatkanlah waktu dengan sebaik-baiknya. Dan tidak lupa tentunya untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian tentunya. Karena sama halnya dengan sebuah tim sepak bola (maaf-maaf neh, dari tadi contohnya sepakbola, karena emang demen banget ama bola yang satu itu).. jika tidak ada master plan setelah menjuarai sebuah turnamen ataupun hanya mendapat kegagalan, semua itu akan sia-sia.

Tidak ada alasan bagi kita untuk menyerah sebelum waktunya. Mengutip nasyidnya Shoutul Harokah….Harapan itu Masih Ada. Kalo boleh saya menambahkan…Harapan itu akan selalu ada dan pasti ada terus……..jadi tinggal bagiamana diri kita mempersiapkan hari esok yang lebih baik dari hari ini.

Wallahualam…..

Older Posts »

Categories